Rabu, 30 Maret 2011

Permasalahan Transportasi Darat Indonesia dan Alternatif Penanganannya (part 2)


TINJAUAN TEORI

2.1 Pengertian Transportasi
Pengangkutan atau trasnportasi adalah pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Proses perangkutan merupakan gerakan dari tempat asal, dariana kegiatan itu dimulai, ke tempat tujuan, ke mana kegiatan itu berakhir. Unsur-unsur pengangkutan itu sendiri adalah adanya muatan yang diangkut, adanya kendaraan sebagai alat angkutan, ada jalan yang dapat dilalui, ada terminal asal dan tujuan, serta ada sumber daya manusia, organisasi atau manajemen yang menggerakkan kegiatan transportasi tersebut. Nasution (2004: 15).
2.1.1 Unsur Transportasi
Transportasi memiliki lima unsure ,yakni:
  1. Manusia
Manusia berperan sebagai subjek atau pelaku dari transportasi yang akana memanfaatkan moda transportasi untuk melakukan aktifitasnya, manusia juga berperan sebagai pengatur sistem transportasi agar masih bisa digunakan sesuai dengan fungsi dan manfaatnya.
  1. Barang
Barang menjadi objeck pengangkutan, pengiriman barang ke beberapa tempat dengan alasan pemasaran sangatlah memerlukan moda transportasi, tidak hanya untuk pemasaran namun juga mobilitas lalin yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
  1. Kendaraan
Kendaraan sebagai alat atau moda transportasi berperan penting untuk mengantarkan dan memindahkan objek transportasi dari satu tepat ke tempat yang lain.
  1. Jalan
Jalan merupakan suatu unsure yang penting dalam transportasi, jalan menjadi jalur lewatnya moda transportasi, jalan akan menghubungkan suatu tmpat dengan tempat lainya guna memperlancar proses perangkutan dan mobilitas.

  1. Organisasi
Suatu sistem pasti membutuhkan suatu organisasi yang mengatur dan bekerja untuk menjamin bahwa suatu sistem tersebut berjalan dengan baik tanpa ada gangguan atau permasalahan di dalamnya, di Indonesia, pihak yang memiliki kewenangan sebagai organisasi pengatur transporttasi baik darat, laut maupun udara adalah Departemen Perhubungan RI.

Lima unsur yang telah disebutkan di atas bekerja dan saling berpengaruh satu sama lain untuk terlaksananya transportasi yang baik, nyaman dan terjamin.
2.2 Peranan Transportasi
Peranan transportasi mencakup bidang yang luas di dalam kehidupan masnuia yang meliputi beberapa aspek :
2.2.1 Peranan Transportasi dalam Ekonomi
Transportasi, seperti yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya, bahwa transportasi dengan segala kinerja dan perkembangannya telah mengingkatkan produktivitas manusia, produktivitas dalam hal produksi serta peningkatan mobilitas pemasaran sehingga meningkatkan keuntungan dan kesejahteraan.
Sumber daya alam adalah kebutuhan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup ataupun untuk mencari penghasilan. Sumber daya alam tersebut tersebar di seluruh permukaan bumi, tak ada satu lokasi di Bumi yang dapat memenuhi suatu kebutuhan akan sumber daya alam pada satu lokasi. Sehingga diperlukan alat transportasi untuk mengakses kebutuhan tersebut. Selain itu, transportasi juga meminimalkan jarak sehingga menekan biaya pengeluaran dalam suatu produksi dan meningkatkan efisiensi waktu.
2.2.2 Peranan Transportasi dalam Sosial
Perkembangan transportasi dan peranan transportasi dalam segi ekonomi mengakibatkan bertambahnya luasan kegiatan manusia. Transportasi juga telah menimbulkan perubahan-perubahan meski perubahan tersebut bernilai negative, misalnya adalah perbedaan kasta masyarakat yang dilihat dari kepemilikan alat transportasi, orang yang memiliki kendaraan mobil akan dipandang lebih ‘tinggi’daripada orang yang hanya memiliki kendaraan motor. Orang-orang yang biasanya berkendara atau perjalanan jauh dengan menggunakan pesawat terbang statusnya lebih tingi di masyarakat daripada orang yang hanya mampu menggunakan bus antar kota.
Pentingnya aksesbilitas dan kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi juga mempengaruhi suatu pola perumahan, hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya permukiman di Indonesia yang memiliki pola linier sepanjang jalan. Perumahan yang lokasinya dekat dengan akses jalan juga nilainya lebih tinggi daripada rumah yang jauh dari jalan.
Transportasi yang dapat menyebabkan terjadinya suatu mobilitas, mobilitas tersebut dapat berupa perpindahan manusia dari suatu wilayah ke wilayah lainnya untuk berpindah tempat tinggal, dengan adanya mobiltitas tersebut maka aka nada percapuran suku dan budaya yang berbeda dalam suatu wilayah, orang-orang akan saling menghormati dan saling mengenal budaya atau suku yang berbeda.
2.2.3 Peranan Transportasi dalam Politik
Transportasi menjadi suatu alat yang sangat penting bagi suatu pemerintahan untuk mengirimkan pasukan dari pusat pemerintahan atau pusat keamanan dalam suatu situasi tertentu. Sistem transportasi di suatu wilayah akan mencerminkan kinerja dari pemerintah di wilayah tersebut. Jaringan transportasi yang buruk, keamanan transportasi yang tidak aman, sistem transportasi yang kacau serta kualitas alat perangkutan umum yang rendah mencerminkan kinerja pemerintahan yang buruk dalam menangani tatanan transportasi seara menyeluruh di wilayah tersebut dan begitu pula sebaliknya, ketika dalam suatu wilayah sistem transportasinya telah tertata jaringahn transportasi yang baik, keamanan yang terjamin serta alat-alat perangkutan umum yang nyaman makan kinerja pemerintahannya dinilai cukup baik dalam menangani masalah-masalah transportasi di wilayah tersebut.
Transportasi memang memegang pengaruh yang dominan dalam suatu perputaran politik tapi politik juga memegang pengaruh yang cupuk dominan dalam keberlanjutan suatu sistem transportasi dalam suatu wilayah, bagaimana pemerintah menentukan kebijakan-kebijakan dalam hal perangkutan atau bagaimana pemerintah memberikan fasilitas transportasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Pada akhirnya, politik akan mempengaruhi kualitas sistem transportasi serta segala elemen-elemen transportasi di dalamnya.
2.3 Fungsi dan Manfaat Transportasi
2.3.1 Fungsi Perangkutan
Perangkutan atau transportasi berfungsi sebagai factor penunjang dan perangsang pembangunan dan pemberi jasa bagi perkembangan ekonomi. Nasution (2004: 20).
2.3.2 Manfaat Perangkutan
Manfaat transportasi dapat dilihat dari segi kehidupan masyaratak, manfaat-manfaat tersebut dapat dikelompokkan dalam beberapa segi kehidupan yaitu manfaat transportasi dari segi ekonomi, sosial, politis dan keamanan.
2.3.2.1 Manfaat Ekonomi
Kegiatan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, pengangkutan adalah salah satu alat bantu untuk pemenuhan kebutuhan manusiaserta meningkatkan ekonomi masyarakat.
2.3.2.2 Manfaat Sosial
Transportasi sangat membantu dalam hubungan sosial, transportasi menyediakan banyak fasilitas, dalam hal ini, transportasi dapat mempermudah penyampaian informasi, perjalanan untuk rekreasi, pendekatan jarak rumah ke tempat berinteraksi seperti kantor, sekolah serta menyediakan pelayanan untuk individu maupun kelompok
2.3.2.3 Manfaat Politis dan Keamanan
Sistem perangkutan yang aman dan nyaman akan memudahkan pengguna transportasi, mereka tidak akan takut untuk melakukan mobilitas siang ataupun malam, kelengkapan jalan, kenyamanan perangkutan umum, tentu akan meningkatkan minat pengguna transportasi, serta meningkatkan nilai positif wilayah tersebut. Adanya sistem pengangkutan meningkatkan pelayanan pemerintah terhadap masyarakat dengan meluasnya pemenuhan kebutuhan hingga ke pelosok, sistem pengangkutanyang efisien memungkinkan negara memindahkan atau mengangkut penduduk dari daerah yang terkena bencana, atau mendstribusikan bantuan untuk warga yang sedang terkena bencana.
2.4 Transportasi Darat Indonesia
Transportasi darat merupakan moda transportasi yang paling dominan di Indonesia disbandingkan moda transportasi lainnya yaitu transportasi darat dan transportasi laut. Hal ini dikarenakan dominasi kegiatan masyarakat yang ada di darat daripada di laut maupun udara. Hasil survey O-D Nasional tahun 2001 yang dilakukan oleh Departemen Perhubungan Republik Indonesia menunjukkan bahwa ± 95% perjalanan manusia maupun barang dilakukan dengan menggunakan moda transportasi darat.
2.5 Pelayanan dan Fasilitas Transportasi
2.5.1 Fasilitas Jaringan Jalan
Menurut badan pusat statistik Indonesia data tahun 2008, panjang seluruh jalan di Indonesia adalah 437,759 km. Angka tersebut merupakan angka terbesar se-Asia Tenggara untuk kategori panjang jalan. Namun, menurut masterplan transportasi darat Indonesia tahun 2005, dari angka 437,759 km tersebut, 40% terhitung rusak berat dan rusak ringan. Berdasarkan data masterplan transportasi darat tahun 2005, Jalan tol yang dimiliki PT. Jasa Marga mengalami peningkatan panjang hingga 369,78 km di tahun 2002 dan total panjang jalan tol mencapai 514,7 km, meskipun demikian volume lalulintas dan pendapatan tol menunjukkan grafik penurunan secara relatif pasca krisis moneter tahun 1997.

2.5.2  Angkutan Umum
Angkutan umum merupakan salah satu media transportasi yang digunakan masyarakat secara bersama-sama dengan membayar tarif.  Menurut UU no.22 tahun 2009  tentang lalu lintas dan angkutan jalan, perusahaan angkutan umum adalah badan hukum yang menyediakan jasa angkutan orang dan/atau barang dengan kendaraan bermotor umum. Jenis angkutan Umum adalah :
  1. Angkutan jalan raya : angkutan jalan raya dibagi menjadi angkot, bis, ojek, bajaj, taksi dan metro mini
  2. Angkutan Rel : angkutan rel dibagi menjadi kereta api dan shinkansen
  3. Angkutan laut : angkutan laut dibedakan menjadi kapal feri dan kapal pesiar
  4. Angkutan udara : angkutan udara dibedakan menjadi pesawat terbang dan helicopter
2.5.3 Terminal
Menurut Edward K. Morlok (1984: 269) terminal merupakan titik dimana penumpang dan barang masuk dan keluar dari sistem, serta merupakan komponen penting dari sistem transpor.
Menurut Edward K. Morlok (1984: 269) fungsi-fungsi terminal antara lain:
  1. Memuat penumpang atau barang ke atas kendaraan transport (atau pita transport, rangkaian pipa, dan sebagainya) serta membongkar atau menurunkannya.
Memindahkan dari satu kendaraan ke kendaraan lain.
  1. Menampung penumpang atau barang dari waktu tiba sampai waktu berangkat. Kemungkinan untuk memproses barang, membungkus untuk di angkut.
Menyediakan kenyamanan penumpang (misalnya pelayanan makan, dan sebagainya)
  1. Menyiapkan dokumentasi perjalanan.
Menimbang muatan, menyiapkan rekening, memilih rute.
Menjual tiket penumpang, memeriksa pesanan tempat.
  1. Menyimpan kendaraan (dan komponen lainnya), memelihara, dan menentukan tugas selanjutnya.
    1. Mengumpulkan penumpang dan barang didalam grup-grup berukuran ekonomis untuk diangkut (misalnya untuk memenuhi kereta api atau pesawat udara) dan menurunkan mereka sesudah tiba ditempat tujuan.
Tabel 1.1 Nama-nama yang Umum untuk Fasilitas-fasilitas yang Berfungsi sebagai Terminal untuk Berbagai Moda Transportasi
Moda Transportasi UtamaFasilitasFungsi Utama
UdaraBandar udara
Lapangan
Hangar
Heliport

Basis untuk kapal-udara
Akses darat dan hubungan di udara
Bandar udara dengan fasilitas terbatas
Reparasi dan perawatan
Akses darat dan hubungan di udara (khusus untuk helikopter)
Akses darat dan hubungan di udara

Mobil (dan kendaraan jalan lain)Garasi parkir

Stasiun bahan bakar
Loket tol
Penyimpanan kendaraaan, akses dengan berjalan kaki
Reparasi dan perawatan kendaraan
Pengumpulan karcis atau biaya
BusStasiun bus
Pemberhentian Bus
Bus antar kota dan hubungan moda akses
Hubungan dengan akses berjalan kaki
Kereta api penumpangStasiun kereta apiAkses lokal dan hubungan rel; kadang-kadang termasuk moda-moda untuk antar kota (misalnya bus)
Kereta api barangGudang (freight house)
Team tracks

Private siding (tempat pemberhentian kereta api khusus)
Petak klasifikasi
Bengkel, rip track, dsb.
Engine shed, round house
Akses lokal (truk)
Akses lokal (truk), areal terbuka sebagai bahan dari bangunan biasa
Dimuat atau dibongkar oleh pengirim atau penerima muatan

Hubungan kereta api angkutan
Reparasi dan perawatan kendaraan
Reparasi dan perawatan lokomotif
AirPelabuhan laut
Dok atau dermaga
Dok kering (dry dock)
Akses darat (biasanya rel, truk dan atau rangkaian pipa) dan kadang-kadang hubungan kapal
Fasilitas bongkar muat satu kapal
Reparasi dan perawatan
Sumber: Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Edward K. Morlok (1984: 272)

Terminal juga merupakan juga dapat dianggap sebagai alat pemroses, dimana  suatu urutan kegiatan  tertentu harus dilakukan untuk memungkinkan satuan lalu lintas (kendaraan, barang, dan sebagainya) di proses penuh sehingga siap meneruskan perjalanannya.
2.5.3.1 Terminal Darat
Terminal bus prasarana transportasi jalan untuk keperluan menurunkan dan menaikkanpenumpang, perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum.
Berdasarkan, Juknis LLAJ, 1995, terminal dibedakan berdasarkan jenis angkutan menjadi:
  1. Terminal Penumpang adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan menaikkan dan menurunkan penumpang, perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi serta pengaturan kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum.
    1. Terminal Barang, adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan membongkar dan memuat barang serta perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi. Terminal barang berfungsi melayani kegiatan bongkar dan/atau muat barang serta perpindahan intra dan antar moda transportasi.
Terminal penumpang dikelompokan atas dasar tingkat penggunaan terminal kedalam tiga tipe sebagai berikut:
  • Terminal penumpang tipe A berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota antar propinsi dan/atau angkutan lintas batas negara, angkutan antar kota dalam propinsi, angkutan kota dan angkutan pedesaan.
  • Terminal penumpang tipe B berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota dalam propinsi, angkutan kota dan/atau angkutan pedesaan.
  • Terminal penumpang tipe C berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan pedesaan.
2.6 Masalah Transportasi
2.6.1 Polusi Udara
Menurut UU pokok pengelolaan lingkungan hidup No.4 tahun 1982, polusi adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya
Polusi udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisikkimia, atau biologi diatmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
2.6.2 Konsumsi Energi
Bahan bakar adalah material dengan suatu jenis energi yang bisa diubah menjadi energi berguna lainnya. Bahan bakar yang digunakan untuk transportasi darat berasal dari BBM atau bahan bakar minyak. Berdasarkan UU No.22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, bahan bakar minyak adalah bahan bakar yang diolah dan/atau berasal dari minyak bumi.
Berdasarkan data dari Kementrian Enerdi dan Sumber Daya Mineral, dalam APBN, volume BBM bersubsidi tahun 2010 ditetapkan sebesar 36.504.775 kilo liter. mencapai 40.100.000 kilo liter. Tahun 2009, kuota BBM bersubsidi ditetapkan 36.854.448 kilo liter, realisasinya mencapai 37.837.611 kilo liter.
2.6.3 Lahan dan Estetika
Lahan merupakan bagian dari bentang lahan (Lanscape) yang meliputi lingkungan fisik termasuk iklim, topografi / relief, hidrologi tanah dan keadaan vegetasi alami yang semuanya secara potensial akan berpengaruh terhadap penggunaan lahan. Untuk mengatur lahan-lahan di Indonesia agar bisa digunakan untuk sarana, permukiman maupun prasarana, diperlukan suatu pola tata guna lahan. Tata Guna Lahan (land use) adalah  suatu upaya dalam merencanakan penggunaan lahan dalam suatu kawasan yang meliputi pembagian wilayah untuk pengkhususan fungsi-fungsi tertentu.
2.6.4 Kemacetan
Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas. Faktor-foktor penyebab kemacetan lalu lintas antara lain: tidak seimbangnya luas atau kapasitas jalan dengan jumlah kendaraan bermotor, ledakan penduduk, peningkatan penggunaan kendaraan pribadi, rendahnya kualitas angkutan umum, kurangnya disiplin dari para pengguna jalan serta kurangnya penanganan dari pemerintah
2.7 Alternatif Penanganan
2.7.1 Green Transportation
Konsep Green Transportation adalah konsep yang dimaksudkan agar moda transportasi bisa lebih ramah lingkungan, hal ini bisa dilakukan dengan Sistem ini  merupakan perangkat transportasi yang berwawasan lingkungan. Transportasi hijau merupakan pendekatan yang digunakan untuk menciptakan transportasi yang sedikit atau tidak menghasilkan gas rumah kaca.
Gas rumah kaca merupakan salah satu penyebab global warming selama ini. Sedangkan gas rumah kaca yang berasal dari transportasi berada pada kisaran 15 sampai 20 persen.

2.7.2 Electronic Road Pricing
Electronic Road Pricing (ERP) is an electronic system of road pricing based on a pay-as-you-use principle. It is designed to be a fair system as motorists are charged when they use the road during peak hours. (Raymon Lim : 2008). Congestion pricing (pungutan biaya kemacetan) merupakan salah satu economic instruments yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Electronic Road Pricing (ERP) merupakan salah satu sebutan untuk Congestion Pricing.
Sistem ini merupakan sistem pungutan kemacetan menggunakan kartu elektronik. Sistem ini membebankan sejumlah biaya kepada pemilik kendaraan karena akan melewati suatu jalur tertentu sebab kendaraannya berpotensi menyebabkan kemacetan pada waktu tertentu
Konsep penarikan pajak yang pertama kali dikenal dengan nama Area Licensing Scheme di Singapura, sistem ini dekenalkan oleh Restricted Zone pada tahun 1975. Kemudian ALS diperluas pada jalan-jalan bebas hambatan dengan RPS atau Road Pricing Scheme
Pada September 1998, ERP menggantikan sistem manual untuk RZ dan jalur bebas hambatan. Sejak saat itulah sistem ERP dikenal oleh dunia sebagai salah satu upaya penangan kemacetan.

2.7.3 Sustainability Transportation
Transportasi berkelanjutan merupakan suatu transportasi yang tidak menimbulkan dampak yang membahayakan kesehatan masyarakat atau ekosistem dan dapat memenuhi kebutuhan mobilitas yang ada secara konsisten dengan memperhatikan: (a) penggunaan sumberdaya terbarukan pada tingkat yang lebih rendah dari tingkat regenerasinya; dan (b) penggunaan sumber daya tidak terbarukan pada tingkat yang lebih rendah dari tingkat pengembangan sumberdaya alternatif yang terbarukan. Sistem transportasi yang berkelanjutan mengakomodasikan aksesibilitas semaksimal mungkin dengan dampak negatif yang seminimal mungkin. Sistem transportasi yang berkelanjutan harus memperhatikan setidaknya tiga komponen penting, yaitu aksesibilitas, kesetaraan dan dampak lingkungan. (Wikipedia.org)

1 komentar:

  1. Makasih udah share sob, blog yang bermanfaat ........................


    bisnistiket.co.id

    BalasHapus